Selasa, 15 Maret 2011
Rabu, 02 Maret 2011
LaTeX
LaTeX
LaTeX adalah bahasa markup atau sistem penyiapan dokumen untuk peranti lunak TeX. LaTeX paling banyak digunakan oleh para matematikawan, ilmuwan, insinyur, akademisi, dan profesional lainnya. Pada awalnya LaTeX ditulis pada awal 1980-an oleh Leslie Lamport di SRI International. Versi paling mutakhir adalah LateX2e.LaTeX adalah persiapan dokumen sistem untuk typesetting berkualitas tinggi. Hal ini paling sering digunakan untuk dokumen teknis atau ilmiah menengah sampai besar tetapi dapat digunakan untuk hampir semua bentuk penerbitan. LaTeX bukanlah pengolah kata! LaTeX mendorong penulis untuk tidak terlalu khawatir tentang penampilan dokumen mereka tetapi untuk berkonsentrasi pada mendapatkan konten yang tepat. Sebagai contoh, pertimbangkan dokumen ini: Cartesian ditutup kategori dan harga telur
Jane Doe Jane Doe
September 1994 September 1994
Hello world! Halo dunia!
Untuk produksi ini di typesetting sebagian besar atau sistem pengolahan kata, penulis akan harus memutuskan apa layout untuk digunakan, jadi akan memilih (katakanlah) Times Roman 18pt untuk judul, 12pt Times Italic untuk nama, dan sebagainya. Ini memiliki dua hasil: penulis membuang-buang waktu mereka dengan desain, dan banyak dokumen yang dirancang buruk!
LaTeX didasarkan pada gagasan bahwa lebih baik untuk meninggalkan desain dokumen ke desainer dokumen, dan membiarkan penulis melanjutkan penulisan dokumen. Jadi, dalam LaTeX Anda akan input dokumen ini sebagai:
\ Documentclass {article}
\title{Cartesian closed categories and the price of eggs} \ Title {Cartesian ditutup kategori dan harga telur}
\author{Jane Doe} \ Author {Jane Doe}
\date{September 1994} \ Date {September 1994}
\begin{document} \ Begin {document}
\maketitle \ Maketitle
Hello world! Halo dunia!
\end{document} \ End {document}
Atau, dalam bahasa Inggris:
- Dokumen ini adalah artikel.
- Judul adalah kategori tertutup Cartesian dan harga telur.
- Penulis adalah Jane Doe.
- Ini ditulis pada bulan September 1994.
- Dokumen ini terdiri dari judul diikuti dengan teks Hello world!
LaTeX berisi fitur untuk:
- Typesetting artikel jurnal, laporan teknis, buku, dan presentasi slide.
- Kontrol atas dokumen besar berisi sectioning, referensi silang, tabel dan gambar.
- Typesetting formula matematika yang kompleks.
- Advanced typesetting matematika dengan AMS-LaTeX.
- Otomatis generasi bibliografi dan indeks.
- Multi-lingual typesetting. Multi-lingual huruf.
- Inklusi karya seni, dan proses atau warna spot.
- Menggunakan font PostScript atau Metafont.
Sumber terbaik untuk berita tentang TeX dan LaTeX adalah TeX Users Group .
Banyak dokumentasi, dan referensi untuk lebih bahan bahkan, dapat ditemukan di bagian dokumentasi .
Dan jika Anda bertanya-tanya, «LaTeX» dilafalkan «Lah-tech» atau «Lay-tech», untuk sajak dengan «Blech» atau «Bertolt Brecht» (hampir).
Kode-kode
Dibanding pengolah kata standar yang bersifat WYSIWYG (What You See is What You Get), bekerja dalam LaTeX lebih seperti membuat pemrograman, karena harus berurusan dengan kode-kode, tetapi LaTeX menjadi pilihan komunitas sains internasional karena kualitas yang dihasilkan, gratis, bisa dipergunakan semua jenis komputer, semua sistem operasi, dan bisa dipergukanakan untuk menampilkan hal-hal yang sulit dilakukan oleh pengolah kata standar.
Kenapa namanya LaTeX? Etimologi LaTeX dimulai ketika Donald Knuth menciptakan TeX, sekitar tahun 1978, dari tiga huruf besar Yunani, Tau, Epsilon dan Chi, yang dalam bahasa inggris menjadi akar kata dari "technical" dan "technique", ketika kemudian Leslie Lamport mengembangkan supaya TeX bisa lebih dipergunakan secara lebih sederhana, maka diperkenalkan LaTeX, mungkin agar bisa disesuaikan dengan namanya?
Bagi yang belum pernah bekerja dengan LaTeX, mungkin bisa dibayangkan seperti menyusun dokumen untuk HTML, tetapi LaTeX sendiri jauh lebih dari sekedar itu saja.
Ada 10 alasan kenapa LaTeX dipilih oleh para ilmuwan:
· Keluaran TeX selalu yang terbaik, baik tulisan, gambar, rumus, format, tanpa bergantung pada peralatan tambahan, huruf tambahan. Baik untuk dokumen sederhana maupun dokumen yang rumit. Bayangkan menulis rumus dalam Microsft Words(TM), yang harus bergantung pada Microsoft Equation(TM), bagaimana jika rumusnya rumit-rumit, atau hurufnya besar kecil, sesuatu yang tidak muncul dalam tulisan sehari-hari? LaTeX juga menyediakan semua peralatan untuk membuat tabel, cross-references, hyper-links, yang bisa dilakukan dengan mudah. Karena kemudahan dan keunggulan dalam menuliskan rumus-rumus yang ajaib, maka TeX adalah pilihan terbaik untuk dokumen-dokumen ilmiah. Dan itu dilakukan menggunakan penulisan text standar saja.
· LaTeX dan typesetting, LaTeX bisa mengatur simbol untuk variabel, berapa besar dan ruang yang dibutuhkan bagi notasi, superscript dan subscript, dsb. Bagan, flow chart, not balok, atau gambar rangkaian dapat dikerjakan dengan mudah. Bahkan dari penulisan standar bisa digunakan untuk menuliskan karakter-karakter bahasa di seluruh muka Bumi. Dengan demikian setiap dokumen dengan mudah mengikuti standar penulisan yang dibutuhkan, per se, tanpa harus berpusing-pusing mengatur format, setiap kali menulis.
· LaTeX selalu cepat, karena untuk menulis dalam LaTeX bisa saja menggunakan text standard, maka menggunakan notepad pun bisa dilakukan, yang berarti mengirit ruang dan memori komputer.
· LaTeX selalu stabil, sejak diperkenalkan, dipergunakan oleh jutaan orang, tidak pernah ada keluhan berarti, bahkan banyak yang membantu mengembangkannya. Stabil berarti LaTeX itu bekerja, dan akan terus bekerja, karena semakin banyak orang yang mempekerjakannya.
· LaTeX itu luwes, setiap institusi, setiap jurnal punya gayanya sendiri, dan tidak hanya dalam 'gaya' yang ada di luarnya, tetapi juga dalam pengembangan engine-nya; tetapi terlepas semua pilihan yang dipergunakan, inti terdalam LaTeX itu selalu tetap sama.
· Input yang selalu text. Dengan demikian, maka bekerja bisa dilakukan di komputer model apa saja, sistem operasi apa saja, dan untuk keperluan apa saja, jauh dari hanya sekedar pengolah-kata, tetapi bisa dikembangkan untuk basis data, atau keperluan yang memerlukan sumber daya yang besar, tetapi tidak boros.
· Keluaran bisa berupa apa saja, dari sekedar untuk keperluan pencetakan, seperti pdf, ps, atau sekedar menampilkan seperti html, bahkan terbuka untuk pengembangan yang belum terpikirkan sebelumnya.
· LaTeX itu gratis.
· LaTeX itu bisa digunakan di mana saja, tanpa memandang sistem operasi, jenis komputer, atau jenis media.
· LaTeX itu standar. Banyak penerbitan ilmiah dan Jurnal mempergunakan laTeX sebagai standar penyusunan dokumen
Kamis, 30 September 2010
Pengalaman saya masuk Gunadarma
Pengalaman saya masuk gunadarma belum di mulai saat itu. Sebelumnya saya saat itu sempat ingin masuk kampus UIEU ( UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL) karena saya saat itu sudah resmi diterima oleh kampus tersebut. Besok paginya saya mendapatkan beasiswa dari Gunadarma. Yaudah saya lebih baik masuk Kampus Gunadarma tersebut. Saya memilih kampus ini karena saya melihat di brosur bahwa kampus Gunadarma ini termasuk kampus terbaik ke-5 tahun se-Indonesia kemarin dan sekarang saat ini sudah naik satu peringkat menjadi terbaik ke-4 di seluruh Indonesia. Saya sempat bingung untuk mengambil kampus di daerah mana yang harus caya pilih. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil di daerah Cengkareng karena jarak dari rumah saya ke kampus lumayanlah untuk setengah jam di perjalanan. Tapi saya saat itu belum tau tentang keberadaan kampus Gunadarma ini karena kampus ini masih baru di daerah cengkareng. Setahu saat itu cuman di daerah Depok dan Kalimalang.
Sebelum saya besoknya mengikuti PPSPPT saya mencari dulu lokasi keberadaan Gunadarma tersebut. Saya saat itu sempat bingung dan bertanya-tanya dengan orang-orang di daerah cengkareng tersebut.Dan akhirnya saya menemukan lokasinya yang berada di daerah Taman Palem.
Keesokkannya saya berangkat untuk mengikuti PPSPPT tersebut. Saat di jalan saya mengalami kemacetan di daerah Karang Tengah karena jalan alternatif yang harus saya lalui itu banjir. Akhirnya saya memutuskan untuk menelpon ke Kampus tersebut untuk memberitahukan bahwa saya ada kendala. Saya meminta ijin agar saya masih bisa dapat masuk meskipun jam masuk yang ditentukan lewat. Saya akhirnya masih dapat masuk meskipun saya saat itu telat satu jam. waktu saya mengikuti PPSPPT Gunadarma , saya mendapatkan informasi yang lebih penting untuk kedepannya. Disitu saya juga di bagikan informasi pembagian kuliah dan nomor NPM melalui baak.gunadarma.ac.id. Kami akhirnya diputuskan masuk kembali tanggal 20 September '10adi kami harus menunggu sekitar sebulan lagi.
Sebulan kemudian, akhirnya kami masuk kembali ke kampus. Saya di bagian kelas 1IA24. Di gunadarma cengkareng ini kebanyakan dosen - dosennya dari Depok. Oh iya, kami sempat disuruh ospek oleh kakak - kakak senior. Waduhh.. pusingnya minta ampun soalnya ada yang disuruh bawa inilah itulah. Padahal saya dah berharap ga ada ospek. Tapi mau ga mau jalanin aj lah. Soalnya juga untuk membentuk kedisiplinan buat kita juga. Kami ospek waktu itu cuman sehari. Selama ospek saya juga disitu dapat kenalan sama kawan - kawan lain dari berbagai fakultas. Bagi saya Kakak - Kakak seniornya asyik - asyik lah walaupun kami harus disuruh ospek dengan membawa sesuatu yang aneh - aneh tapi i'ts okey lah.
Ya itulah pengalaman saya waktu di gunadarma ada senangnya ada keselnya, bercampur aduklah. Kalo senangya waktu saya telat PPSPPT saya harus muter dulu lewat mercu buana ehh ... di situ saya ketemu sama saudara saya yang kebetulan kuliah di Mercu buana. Mumpung saya lagi haus jadi saya minta di traktirin minum deh sama saudara. Kalo keselnya muternya jauhnya minta ampun buat ke kampus Gunadarma.
Sebulan kemudian, akhirnya kami masuk kembali ke kampus. Saya di bagian kelas 1IA24. Di gunadarma cengkareng ini kebanyakan dosen - dosennya dari Depok. Oh iya, kami sempat disuruh ospek oleh kakak - kakak senior. Waduhh.. pusingnya minta ampun soalnya ada yang disuruh bawa inilah itulah. Padahal saya dah berharap ga ada ospek. Tapi mau ga mau jalanin aj lah. Soalnya juga untuk membentuk kedisiplinan buat kita juga. Kami ospek waktu itu cuman sehari. Selama ospek saya juga disitu dapat kenalan sama kawan - kawan lain dari berbagai fakultas. Bagi saya Kakak - Kakak seniornya asyik - asyik lah walaupun kami harus disuruh ospek dengan membawa sesuatu yang aneh - aneh tapi i'ts okey lah.
Ya itulah pengalaman saya waktu di gunadarma ada senangnya ada keselnya, bercampur aduklah. Kalo senangya waktu saya telat PPSPPT saya harus muter dulu lewat mercu buana ehh ... di situ saya ketemu sama saudara saya yang kebetulan kuliah di Mercu buana. Mumpung saya lagi haus jadi saya minta di traktirin minum deh sama saudara. Kalo keselnya muternya jauhnya minta ampun buat ke kampus Gunadarma.
Langganan:
Postingan (Atom)